Wednesday, 23 May 2012

so cloudy



 syerem g sich, liat mendung kaya gitu
hitam, tebal, besar, sepenuh langit lagi...
terasa kaya mau badai tornado
atuuuuuut...

Monday, 21 May 2012

tarian ujong kareung








all pictures takes with
SONY ERICSSON K770i
edited by Dhyna Azeegha with Photosccape

silent

road to Lhoknga...

jembatan Lhoknga

view sungai di bagian timur jembatan Lhoknga


trotoar jembatan Lhoknga

view sungai di bagian barat jembatan Lhoknga
pondok-pondok di sepanjang pantai Lhoknga


all pictures takes with
SAMSUNG CHAMP C330K

yang jauh...




















all pictures takes with
PANASONIC PV-GSI80
edited by Dhyna Azeegha with Photosccape

Saturday, 19 May 2012

other side

aku suka motret tempat atau bagian2 laen dari yang kebanyakan orang jadiin objek
aku suka nemuin something different dari objek2 itu

like these...

pintu kecil sebelah utara Mesjid Raya Baiturrahman, always closed

tangga sebelah utara Mesjid Raya Baiturrahman, lebih sepi n aku suka ukirannya ^-^

menara utara Mesjid Raya Baiturrahman, so cloudy...

Bank Indonesia, Holland architecture

Menara Air pertama di Jl. Chik Pante Kulu, sekarang udah gak kepake lagi


colorfull giant crayon, tonggak semen bekas Hotel Atjeh

Balai Kota Banda Aceh, terinspirasi dari "boat di atas rumah" saat musibah Tsunami 2004 lalu

tugu Taman Sari, tempat favorit aku maen2 waktu kecil dulu

Kerkhoff Peucut, tempat dikuburkannya ribuan tentara Belanda saat perang Aceh dulu dan makam putra kandung Sultan Iskandar Muda, Meurah Pupok yang dihukum rajam karena berzina

nisan-nisan prajurit Belanda, saat musibah Tsunami lalu taman ini kehilangan 50 buah salibnya

nama-nama prajurit Belanda dan tentara bayarannya yang tewas saat perang, tertulis di dinding luar gerbang Kerkhoff Peucut
bagian belakang Museum Tsunami, beside of Kerkhoff Peucut


menara Mesjid Al-Mujib Lhoknga, uniquely



all pictures takes with
SAMSUNG CHAMP C330K
edited by Dhyna Azeegha with Photosccape

quote | 2 - Ikal (Andrea Hirata)




takes from
"Sang Pemimpi"
a novel

Innalillahi


"Mahasuci Allah Yang di dalam genggaman kekuasaan-Nya seluruh kerajaan, 
dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup 
untuk menguji kamu siapakah di antara kamu yang paling baik amalnya, 
dan sesungguhnya Dia Mahamulia lagi Maha Pengampun" 
QS Al-Mulk [67]:1-2
  
Innalillahi wainna ilaihi raji'un...

Senin, 2 Mei 2012, Abi (Ahmad), calon myfather in law, kembali menghadap Allah
pukul 04.30 wib, seiring dengan berkumandangnya Azan pertama sebelum subuh
semoga beliau mendapat tempat yang paling indah di sisi-Nya, Amieenn...



kehilangan ini telah aku ikhlaskan
karena semua kita hanyalah milik Allah
dan kepada-Nya juga kita kelak akan kembali

(setelah 2 minggu nyari2, akhirnya ketemu juga foto ini, kenang2an terakhir untuk kami)

Friday, 18 May 2012

batas cakrawala


Berlutut, pada apa yang teragung …
Berbaring, pada dipan kayu serut …

Angin dingin merayap terbang
Menjalari permadani kesenyapan
Di lingkung damai bayang-bayang
Menanjaki bebatu hingga ke puncak
Lalu terjun ke yang paling dasar
Hilang …
Dihilangkan …

Bersimpuh, pada hadap yang tersanjung …
Berlari, pada nyata silau terang mentari …

 

April, 20 th 2004
Tuesday, 11.30 pm

unknown

Penat menyapa jasad tak berharga ini …
Kembali ke bumi,
Memangku jejak hilang berarah
Nanar kutatap jalan di depan
Aku merintih,
Kuseret langkah ke ujung sana
Tuhan, aku tak mampu pergi …
Ku lihat sejenak kau yang berpesta
Dengan surga dari dunia mu
Aku mencekik leherku sendiri
Tuhan, aku kehilangan nafas …
Ku coba meringkuk dalam pelukan malam
Mencoba larut dalam dadaku sendiri
Maaf, aku kembali …
Walau kau hadiahi aku perih
Hatiku tetap disini, cinta abadiku
Diam kudengar makian dendammu
Tuhan, aku tak punya telinga …


 


april 20th 2010, 11:18 

bawah langit Tuhan


Saat raga-raga lain berarak ke angkasa,
Puisi-puisiku malah melantai ke bumi
Menyusuri anak-anak sungai,
Mengikuti perjalanan hingga ke akar-akar …
Tersangkut di selokan,
Terbawa lari,

Pergi ke laut lepas …
Aku tidak berhenti,
Tapi dari dulu diam di tempat
Hingga mata mulai berair
Dan nafas tinggal satu-satu …
Aku mau pulang …
Pada cinta manusia suci
Tapi aku diterbangi jiwaku sendiri …

 




September, 17 th 2005
Saturday, 12.00 pm

hilang


Matahari kembali mentasbihkan senja
Saat surai senyap berpacu mendekat …
Aku hanya mampu tertunduk
Membenamkan asa pada mimpi yang entah datang
Aku ngeri …
Pada tawa yang menenggelamkan mihrabku…
Pada tangis yang menggenangi hatiku …
Pada awan …
Pada mendung ..
Pda hujan …
Aku jadi dungu dengan bahasaku …

 



September, 2 nd 2009
Wednesday, 07.00 pm

penat


Hhh ... berhenti !! 
berhentilah meronta dengan hati ...
Pergilah tidur dengan mimpi yang harus dikarang dulu
Dan jika terbangun nanti jangan menoleh kemanapun
Sebab banyak cerita baru yang semakin menyempitkan ruang nafas
Mencoba mencekik saat ingin diterjemahkan ...
Kembalilah tidur bersama alam dan wangi angin
Karena itu akan memberi sedikit ketenangan pada jiwa
Berjalanlah bersama malaikat mungilmu ke ujung dunia !!
 



tuesday (editing)
june 1st 2010
02.09 pm

the journey


Makhluk kecil ini,
aku ... 
melihat jalan
Aku melihat masa lalu ...
Semua terasa mesra namun kosong
Aku seperti diriku yang lepas, dan bayangan ...
Menjadi puisi di jalan-jalan
Perasaan sayang yang amat kuat menguasaiku
Aku tak akan pernah berlari
aku juga tidak pernah menanam apa’apa
Jadi aku tidak akan kehilangan apa’apa
Dan makhluk kecil ini ...
Kembalilah dari tiada ke tiada
Kembalilah ke dalam ketiadaanmu ...
Seperti hutan yang selalu menyembunyikan semua alur musim
Seperti langit yang kerap menghapus jejak angin pada awan
Aku bukanlah siapa-siapa ...
Berhenti ! berhenti menulis puisi ... !
sebab luka itu akan terus berdarah ... 




editing journey
june 1st 2010, 15:12 

empty

pada langit dan bumi ...
pada matahari dan bulan ...
aku mulai hafalkan terjemahan cerita semesta
bahasa agung yang kumengerti sendiri
dari sisa-sisa perjalanan
seperti matahari, awan dan hujan ...
itu aku dan kau, kita
tak akan berhenti meski harus berlari
ke ujung dunia sendiri
dan waktu Tuhan telah mengelinding
jejak juga semakin pudar
ibarat hutan yang menjadi gelap
menghilangkan bayang lembah dan bukit
dari pandangan dan suara ...

ada apa? 

jangan tanyakan lagi cerita ini, 
aku kosong !
no hopes, 

no heart, 
no tears, 
no one, 
n nothing





tuesday (editing)
june 1st 2010
02.16 pm

paragraph

Aku, ibarat gudang tua yang rapuh.
Sudah terlalu hafal akan datangnya musim penghujan dan
kemarau yang mendidihkan atap-atap tuanya.
Hilang bentuk saat cat tembok luarnya mulai dikelupas jamur !
tapi aku tak bisa berbicara... 

aku hanya mampu bertahan
hingga dinding-dinding menghitam oleh asap perapian
yang lama dingin... !
Hei, jenguk sejenak ke dalam, barang kali ada yang kau perlukan!
Tukasku saat kutemukan pengelana melintas.
Ups! Aku lupa kalau ini gudang tua! 

apa yang bisa kubanggakan, jika aku roboh? 
Selain dinding tua yang sebagian telah digerogoti tikus,
lantai yang tertimbun debu, lampu minyak yang kehabisan sumbu,
sarang laba-laba yang membuatku hampir tak bisa mengenali wujudku sendiri 

dan bau pengap yang menusuk hidung saat pintu dibuka?
Aku takut ditertawakan matahari, 

dicibir oleh angin sore, 
dimaki sang bulan, 
dihujat oleh tanah 
dan diejek oleh jangkrik
yang bersembunyi di sela bebatu.... 





tuesday (editing)
june 1st 2010
02.18 pm

alexandria

hitam putih ini kumaknai lagi... 
semakin tak berbentuk saat kuraba mendekat... 
tak pernah manusiawi lelah yang kucoba susun... 
aku meninggalkan dunia, 
aku meninggalkan hidup... 
di jejak sunyi yang tak berpilih... 
aku tak pernah hidup pada hayalan 
tapi mengejar dibaris nafas... 
namun lelah mnjemputku... 
pelan serunai kamboja berbisik, 
alexandria itu telah tiada... 




sunday
sept 19th 2010, 12:49 pm

nothing

menemukan aku pada aroma pagi 
di antara cetakan-cetakan tanah basah... 
hidup ini setelah hujan kuusaikan sudah 
pada ceruk-ceruk yang masih mengepul hilang... 
tak mungkin ada yang sama pada nyanyian rumput 
disoraki bebatu... 
menghujam kaki tertimbun jejak, 
hilang... 
hilangkan keriput jiwa pada senja...
izinkan aku tenggelam,
tegak lurus dasar-dasar, 
memahami sisa-sisa... 
karena sebenarnya
aku meringkuk pada ujung-ujung waktu...




September 30th 2010 at 13:57 

luph u so...


pagi bergulir cepat
aku dan matahari
subuh lalu membumbung
aku dan angin
tiada terik yang membakar
karena aku adalah hawa
semesta dalam dunia ...




april 10th 2011
07:13pm

logika merdeka


aku merdeka pada setiap raza yang kupunya...
ngiluku, perihku, kecewaku, sedihku, bahagiaku...
aku bebas pada setiap jengkal jiwaku...
jatuh, terluka, sakit, terbunuh, mati...
aku tak berharap ada
namun aku tercipta ada
pada setiap mimpi
dalam setiap kata
aku tak berharap nyata
tapi aku adalah kenyataan
pada setiap logika
dalam setiap keadaan
aku terkadang lupa
harus darimana aku menuliskan...






 


july 13th 2011
07:13pm

Tuesday, 15 May 2012

kumandang...


gaung-gaung yang sama bernafaz lagi,
jauh di telinga aku telah kembali hidup,
sekali yang lalu...
suara-suara yang sama bersyair lagi,
jauh di sini aku telah mengelupas nasib,
sekali yang ini...
 

saturday, 
november 15th 2011 
06.15 pm

Saturday, 12 May 2012

when I was go home...

kawasan Batoh, Banda Aceh

kawasan belakang Pasar Lambaro, Aceh Besar

one day later...

aku gak suka pake kebaya
hmmm, bukan gak cinta budaya Indonesia
tapi selera fesyen gak bisa dipaksain kali ia...

mmm, one day later aku pengen pake gaun yang special yang aku suka
like these...










takes from : mudahmenikah.wordpress.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...