Friday, 12 June 2015

Ayah | a Novel by ANDREA HIRATA

taken from my instagram
























kemarin sore di beliin novel ini sama si Abi
yuhuuuu, senangnya :D
karena udah lama banget gak beli + baca buku lagi
awalnya gara-gara ngeliat novel ini di page temen si Abi
trus juga tulisan ANDREA HIRATA-nya kinclong banget di cover depan
jadinya langsung bilang "pengen baca...." hehehe

tentang harga sih masih standar novel sih...
harga regulernya Rp. 76.000,- tapi berhubung beli pakai member card dapat diskon Rp. 10.000,-
sebelumnya udah pernah baca beberapa sinopsis dan referensi dari internet
secara umum udah dapat gambaran sih tentang apa isinya
tapi tetap aja belum puas kalau belum baca langsung
dan hari ini baru menghabiskan beberapa lembar dari dua bab awal ceritanya
gaya bahasanya memang sama kayak novel Andrea yang dulu
humor yang terkadang bikin skak mat tapi tidak menyakiti

dari 4 karya novel Andrea Hirata yang udah terbit,
cuma yang Sebelas Patriot yang belum sempat aku baca, alasannya klasik banget, hehe
sedangkan yang sebelumnya udah selesai terbaca meskipun cuma 2 buku Tetralogi Laskar Pelangi yang milik sendiri, yang dua buku awalnya cuma pinjem ke temen tapi berhubung si temen harus pindah kota maka jadilah lanjutannya yang Edensor dan Maryamah Karpov beli sendiri
yang Dwilogi Padang Bulang juga minjem, tapi minjem ke perpus :d
tapi ya sudahlah, buatku novel itu gak harus beli, karena aku termasuk orang yang sekali baca
setelahnya aku jarang mengulang baca lagi, kecuali memang lagi pengen baca ulang
dulu, satu novel juga tidak butuh berminggu-minggu untuk dibaca, hanya 2-3 hari saja selesai

novel Ayah ini berisi 412 halaman plus 20 halaman tambahan
seperti yang ditulis di referensi buku, novel ini terlalu banyak aksesoris yang gak penting
semacam endorsment dari berbagai media dalam dan luar negeri
gak masalah sih sebenarnya, tapi ternyata semua itu untuk Laskar Pelangi, bukan Ayah
makanya aku bilang gak penting banget ngabisin banyak halaman untuk karya terdahulu
tapi sekali lagi ya sudahlah, abaikan...
aku toh bukan orang yang mengerti hal-hal seperti itu
buatku membaca isinya lebih penting dan tidk peduli jika di cover belakang tidak ada sinopsis
aku sudah membacanya dari sumber lain sejak novel ini terbit 29 Mei dulu

aku juga tidak ingin memberikan rating untuk karya seseorang
karena seni dan sastra itu bukan untuk penilaian secara angka
semuanya sangat-sangat relatif, dan tidak adil rasanya jika kemudian membanding-bandingkan
buatku, membaca novel ini disela-sela cukup untuk membuatku menikmati waktuku sendiri

can't wait for other novel...
read everything that can make me feel excited...


8 comments:

  1. Hi mbak, salam kenal.. :)
    Udah lama nunggu buku ini, tapi gak berani baca karena pasti nangis sesenggukan :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi juga Mba Diaz, salam kenal kembali :)
      hehe, gak apa-apa nangis, itu artinya pesan yang disampaikan penulisnya sampai ke yang baca...

      Delete
  2. uda mupeng banget emang pengen baca buku ini.
    penasaran apakah sebagus karyanya yang sebelumnya.
    thank for the review mbak :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia Mba Syahdian, sama-sama ^^
      gaya bahasanya masih sama koq Mba...

      Delete
  3. Replies
    1. gak ada Rosa...
      tokohnya lain lagi tapi latarnya tetap Belitong
      kalau cerita tentang Ikal bakal dibuat novelnya sendiri "Ikal dan Lintang"...

      Delete
    2. Ada, si pencerita itu si Ikal, seperti yang diceritakan Amiru kepadanya

      Delete
    3. Ah, gitu ya?
      makasih infonya Danny :D

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...