Tuesday, 16 June 2015

"Ayah" | a Novel Quotes

source from my instagram

























Ternyata, novel "Ayah" ini habis aku baca dalam waktu dua hari. Ceritanya ringan, jadi gak bikin sakit kepala (hehehe) juga gak bikin kecanduan juga (kayak drakor :d) tapi bikin mata berair pengen nangis huhuhu.
Jadi habis giliranku, novel ini jadi hak milik si Abi, tapi entah kapan mood membacanya muncul :D

Kebiasaan kalau setiap baca novel, adalah ngumpulin quotes/kalimat-kalimat bagus dalam novel tersebut. Jadi dari novel "Ayah" ini tetap aja aku punya beberapa koleksi quotes terbaiknya...

"Mencintai seseorang merupakan hal yang fantastis, meskipun orang yang dicintai itu merasa muak. Itu soal lain, tidak relevan" - hal. 36

"Puisi adalah salah satu temuan manusia paling indah" - hal. 62

"Bagian dari istimewanya puisi, bahwa apa yang diceritakan mata lebih terang daripada apa yang diucapkan mulut" - hal 64

"Hidup ini memang dipenuhi orang-orang yang kita inginkan, tetapi tidak menginginkan kita, dan sebaliknya" - hal. 165

"Ironi dan paradoks memang selalu menjadi bagian paling memesona dari cinta" - hal. 195

"Hari paling penting dalam hidup manusia adalah hari saat manusia itu tahu untuk apa dia dilahirkan" - hal. 227

"SSDD, Same Shit Different Day, Kebosanan itu kejam, tetapi kesepian lebih biadab daripada kebosanan. Kesepian adalah salah satu penderitaan manusia paling pedih" - hal. 250

"Seorang ayah, tidak boleh menyerah demi anaknya" Sabari - hal. 373

Bagian lain yang menarik adalah tentang kisah Keluarga Langit. Menurutku, kisah ini memiliki imajinasi tinggi untuk sebuah nasihat tentang harapan dan untuk selalu possitive thinking...

Awan dan angin tak terpisahkan karena mereka saudara kandung. Ibu mereka adalah bulan, ayah mereka matahari. Setiap sore angin menerbangkan awan ke barat, matahari memeluk anak-anaknya dan dunia mendapatkan senja yang megah. Jika malam, angin tak berhembus karena bulan memeluk anak bungsunya.

Awan adalah anak perempuan matahari yang suka bersedih, gampang menangis. Jika awan menangis, turunlah hujan. Oleh karena itu, manusia bisa mengajak Awan bercakap-cakap. Jika Awan gelap dan manusia tidak menginginkan hujan, Awan bisa dibujuk. Berhentilah sejenak dimananpun kau berada, tataplah Awan dan bicaralah dengannya agar dia menunggu sebentar saja hingga engkau sampai di rumah. Kalau kau pandai membujuknya, ia takkan menangis.

Akan tetapi, kau hanya bisa membujuk Awan dengan puisi yang harus kau nyanyikan, namanya puisi merayu Awan.

Wahai awan
Kalau bersedih
Jangan menangis
Janganlah turunkan hujan
Karena aku mau pulang

Wahai awan
Aku ingin sekolah
Janganlah dulukau turunkan hujan
Ajaklah Angin
Untuk menerbangkanmu ke selatan

Untukmu Awan
Kuterbangkan layang-layang - hal. 62 dan 258

Selanjutnya, coming soon...
Novel "Ikal dan Lintang", gak sabar pengen ngelanjutin perjalanan dua sahabat dari Laskar Pelangi ini
Puisi-puisi "Gigi Tupai", sepertinya kumpulan puisi yang dibuat oleh tokoh Sabari, si gigi tupai dalam novel "Ayah" ini.

source from my instagram

2 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...